Terdampar di Dadamu
Rembulan di celah randu tua,
Rembulan di celah randu tua,
kaukah yang membawanya.
Deras cahayanya
menghanyutkan
bayangbayang rindu di lembah hatiku.
Malam adalah musafir
yang
mencari tempat paling hangat,
aku memanah langit agar
bintangbintang jatuh terbakar.
Aku unggun bersamamu.
Bukankah langit malam lebih hangat
Bukankah langit malam lebih hangat
bila kau hamparkan di dadaku?
Kita saling memandang saling
Kita saling memandang saling
berlayar dalam tatapan.
Engkau menghapus
keringat di wajahku,
menggantinya dengan sebuah kecupan,
kecupan
berbentuk perahu. Berlabuh menuju hatiku.
Laut di jantungku gemuruh.
Ombak di mataku meleleh,
hingga hilang seluruh garis pantai.
Dan malam tinggal sebuah andai:
Dan malam tinggal sebuah andai:
bagaimanakah agar malam tak berakhir,
kekasih?
Apakah dengan mengikat rembulan
agar tak terseret ke pinggir,
agar tak menyingkir? Tak usah khawatir,
desahmu selembut ombak yang
menepi,
bukankah aku adalah rindu
yang selalu terdampar di dadamu.
◄«♠»] Sozeck Zacky ZeinNet [«♠»►
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih sudah berkunjung. Silahkan tinggalkan komentar untuk kritik/pertanyaanx. . Jika ingin bertanya/berdiskusi lebih efektif, HUB my pon, 08586083XXXX,,heheheee