Rabu, 22 Februari 2012

Terdampar di Dadamu

 Terdampar di Dadamu

Rembulan di celah randu tua, 
kaukah yang membawanya. 
Deras cahayanya menghanyutkan 
bayangbayang rindu di lembah hatiku. 
Malam adalah musafir yang 
mencari tempat paling hangat, 
aku memanah langit agar 
bintangbintang jatuh terbakar. 
Aku unggun bersamamu.

Bukankah langit malam lebih hangat 
bila kau hamparkan di dadaku?

Kita saling memandang saling 
berlayar dalam tatapan. 
Engkau menghapus keringat di wajahku, 
menggantinya dengan sebuah kecupan, 
kecupan berbentuk perahu. Berlabuh menuju hatiku. 
Laut di jantungku gemuruh. 
Ombak di mataku meleleh, 
hingga hilang seluruh garis pantai.

Dan malam tinggal sebuah andai: 
bagaimanakah agar malam tak berakhir, 
kekasih? 
Apakah dengan mengikat rembulan
 agar tak terseret ke pinggir,
 agar tak menyingkir? Tak usah khawatir, 
desahmu selembut ombak yang menepi, 
bukankah aku adalah rindu 
yang selalu terdampar di dadamu.

◄«♠»] Sozeck Zacky ZeinNet [«♠»►

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silahkan tinggalkan komentar untuk kritik/pertanyaanx. . Jika ingin bertanya/berdiskusi lebih efektif, HUB my pon, 08586083XXXX,,heheheee